Rasch Model: Riset Kuantitatif

Home » Uncategorized » Peta Konstrak (construct maps)

Peta Konstrak (construct maps)

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya dalam artikel tentang konsepsi pengukuran, ada empat bagian yang menjelaskan hal itu yang meminjan konsep dari Mark Wilson. Yang akan dijelaskan di bagian ini adalah tentang peta konstrak (construct maps). Dalam konteks pengukuran, setelah kita mendefinisikan variabel (peubah) yang ingin kita ukur, maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi konstrak-konstrak yang merupakan bagian dari variabel tersebut. Misalnya kecerdasan adalah sesuatu yang abstrak dan intangible, untuk bisa mengukur variabel ini maka perlu dikembangkan berbagai konstrak yang bisa mengukur kecerdasan ini. Konstrak yang termasuk dalam kecerdasan misalnya adalah memori, pemecahan masalah, berhitung, berpikir abstrak dan lainnya. Tentu untuk bisa dikatakan mengukur, konstrak dimaksud perlu dibuat dan dikembangkan aitem-aitem yang bisa mengukur setiap konstrak tersebut. Aspek praktisnya adalah adanya instrumen seperti test IQ, dimana hasil yang didapat bisa menjelaskan tentang kualitas kecerdasan dari yang mengerjakannya.

Peta konstrak adalah upaya konseptualisasi konstrak, suatu pendekatan yang berguna untuk bisa menjelaskan pengukuran. Sebagai ilustrasi di bawah ini adalah tentang peta skala derajat celcius secara kasar dengan beberapa titik yang bisa menjadikan indikator tentang keadaan pada suhu tertentu. Bila didapati suhunya nol derajat celcius maka titik yang sebelah kiri tersebut menunjukkan titik pembekuan air menjadi es; dalam konteks suhu tubuh, maka angka 37 derajat celcius menyatakan kondisi yang sehat, namun bila didapati suhunya 38,5 derajat celcius misalnya, hal itu menunjukkan kondisi yang sedang demam.

derajat celcius

Peta konstrak pada dasarnya adalah representasi visual untuk bisa mengetahui ada dimana tepatnya lokasi dari aitem atau responden dalam hal konstrak yang diukur, Dengan kata lain, 1) peta konstrak memberikan konteks yang menyeluruh dan substantif pada isi konstrak yang diukur; 2) peta konstrak adalah suatu ide yang menggambarkan kontimum yang didapat dari pengukuran yang isinya terdapat dua hal, yaitu a) peta konstrak responden yang menyatakan kualitas responden diperingkatkan dari yang terendah ke tertinggi; b) peta konstrak aitem yang menunjukan jawaban yang diberikan oleh responden terhadap aitem yang diurutkan dari peringkat rendah ke tinggi; baik peta konstrak responden dan aitem secara kualitatif dapat dikelompokkan ke dalam tahapan peringkat  yang berbeda beda. Secara generik peta konstrak nampak pada gambar di bawah ini:

peta konstrak1

Pada gambar di atas terlihat dua bagian besar, yang sebelah kiri menjelaskan tingkatan yang terdapat pada responden, misal dari yang paling cerdas di bagian kiri-atas sampai kepada yang lambat belajar berlokasi di kiri-bawah, ini tidak lain menunjukkan kontimum dengan rentang yang panjang. Sedangkan pada bagian kanan adalah ringkasan jawaban yang diberikan oleh responden, aitem yang menunjukkan pola respon susah (soal yang sulit serta tidak ada yang menjawad dengan benar) akan berada di kanan-atas, sedangkan aitem yang mudah dikerjakan dengan benar oleh responden akan berlokasi di kanan-bawah.

Untuk memudahkan, contohnya adalah soal-soal yang mengikuti taksonomi Bloom. Soal-soal yang bertanya tentang pengetahuan, digolongkan soal tingkatan rendah; naik taraf kesulitannya bila soal tersebut menanyakan tentang pemahaman; tahap kesulitan terus meningkat menuju ke aplikasi, analisis, sintesis dan akhirnya evaluasi. Artinya soal-soal jenis evaluasi bisa dipersepsi sebagai soal yang susah untuk dikerjakan dengan benar. ilustrasinya pada gambar di bawah:

peta konstrak2

Contoh yang lain adalah bila instrumen yang digunakan untuk mengukur sikap tertentu, katakanlah rasa percaya diri. Maka kontinum untuk responden adakah dari rasa percaya diri yang tinggi sampai ke rasa percaya tinggi yang sangat rendah; sedangkan untuk aitem-nya akan menunjukkan aitem-aitem yang susah setuju di bagian kanan atas, menuju aitem yang mudah disetujui di kanan bawah dalam konteks pernyataan yang tentang rasa percaya diri. Ilustrasi seperti di bawah ini:

peta konstrak3

Penjelasan dan contoh di atas menunjukkan gambaran bahwa peta konstrak bisa membantu untuk mengetahui batas-batas pengukuran yang akan dilakukan, baik dalam konteks responden maupun pola-respon yang akan diberikan oleh responden nantinya. Suatu instrumen yang baik haruslah mempunyai kemampuan mengukur kontinum responden, sehingga mulai dari designnya variabilitas aitem-aitem harus dilakukan (tidak semuanya susah, ataupun sebaliknya, semua item-item yang diberikan mudah). Pendekatan peta konstruk juga menekankan bahwa hanya satu dimensi saja diukur untuk satu waktu tertentu; suatu variabel yang sifatnya multi dimensi tentu memerlukan lebih dari satu peta konstrak untuk menjelaskan hal itu. Misalnya suatu pengujian yang menyatukan soal matematika dan bahasa Inggris tidak bisa ditampilkan dalam satu peta konstrak, harus dibuatkan peta konstrak yang berbeda yang menjelaskan masing-masing kemampuan dalam mata pelajaran tadi.

Dengan kata lain peta konstrak memberikan gambara menyeluruh (big picture) tentang apa yang diukur dan seperti apa kontinum yang akan didapatkan. Tentu hal ini sangat bisa membantu untuk merancang instrumen menjadi lebih baik. Pengetahuan ini juga bisa digunakan untuk merekonstruksi instrumen yang “sudah jadi” dan melakukan perbaikan bila diperlukan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: