Rasch Model: Riset Kuantitatif

Home » Pelatihan Rasch Model » Pelatihan Rasch Model tahun 2015 di berbagai universitas-1

Pelatihan Rasch Model tahun 2015 di berbagai universitas-1

Memasuki tahun 2015 ini, beberapa pihak sudah menghubungi untuk menyelenggarakan pelatihan rasch model di institusinya. Seperti biasa undangan yang diterima lebih khusus untuk mengadakan pelatihan untuk kalangan kampusnya sendiri (dosen dan mahasiswa), sebagian kecilnya membuka untuk umum dimana peserta luar bisa mengikutinya. Berhubung lokasi kerja yang di Kuala Lumpur, maka bila ada undangan pelatihan di satu kota, maka dicoba untuk ditawarkan ke universitas yang berdekatan. Untuk kesempatan pertama di tahun 2015 ini diadakan di bulan Februari, dimana tiga universitas menyelenggarakannya untuk staf dan mahasiswa mereka (Universitas Sampoerna, Teknik Planologi ITB dan Fakultas Keperawatan Unpad), dan satu universitas membukanya untuk peserta luar (Fakultas Ilmu Komputer UI).

 1. Universitas Sampoerna, Jakarta; Senin-Selasa 16-17 Februari 2015

Melalui mbak Dhita Puti, maka pihak Sampoerna Universiti menyelenggarakan pelatihan rasch model untuk staf dosen dan mahasiswa, khususnya pada fakultas pendidikan. Peserta yang hadir mayoritasnya adalah mahasiswa S1, yang sedang meneliti untuk membuat tesis; maupun yang sedang merancang proposal. Sehingga konteks pelatihan pun harus menyesuaikan diri, dimana hari pertama lebih kepada penjelasan teoritis tentang rasch model yang dilanjutkan dengan aplikasinya dalam hal data dikotomi untuk pengukuran prestasi belajar. Seperti biasa kekagetan akan penggunaan data ordinal ‘apa adanya’ menjadi debat yang menarik, khususnya dengan staf pengajar yang ada. Bagaimana satuan muncul pun jadi diskusi yang rame karena perlu ditelusuri kenapa begitu (dalam arti sudah menyadari bahwa yang sebelumnya memang tidak bisa memuaskan dalam hal satuan). Bagi mahasiswa S1 yang sedang meneliti dan akan meneliti penjelasan yang ada menunjukkan potensi temuan riset yang lebih bagus dan berkualitas. Berbagai fungsi yang ada menjadi lebih mudah dipahami dan dijelaskan karena alat analisisnya lebih memungkinkan.  Pada hari keduanya, baru dijelaskan tentang analisis dengan menggunakan data politomi untuk data persepsi; untuk kemudian diakhiri dengan pengujian multi rater. Mudah diduga untuk multi-rater terlalu rumit untuk mahasiswa S1, makanya analisis untuk alat rating politomi lebih menarik untuk dibahas dan didiskusikan.

sampoerna univ2 sampoerna univ1

2. Jurusan Teknik Planologi, Intitut Teknologi Bandung; Rabu 18 Februari 2015

Pertemuan kali ini adalah memberikan kuliah umum pada mata kuliah metoda riset pada mahasiswa S3. Waktu yang tersedia pun hanya 2,5 jam saja. Pada awal acara adalah melakukan hubungan tele-konferensi dengan bu Teti, dosen Planologi ITB yang sedang ada di Amerika, namun hubungan dengan Skype tidak bisa tersambung. Oleh karena itu isi kuliah umum adalah langsung menjelaskan aspek teoritis tentang rasch model, dan selanjutnya demo bagaimana aplikasinya dengan software. Menjelaskan tentang jenis data selalunya menjadi hal yang menarik, ketelitian identifikasi terkadang baru diketahui belakangan walaupun sebelumnya kadang masih merasa tidak-sreg dengan apa yang biasa dilakukan. Dari titik tolak ini lah menjelaskan bagaimana transformasi data menjadi menarik untuk disajikan disamping menjelaskan ketepatan pengukuran yang dihasilkan. Berhubung planologi pun risetnya masih berhubungan dengan persepsi dan opini, seperti pengukuran dalam hal kenyamanan kota, dimana responden yang warga kota dimintai pendapat aspek penataan ruang, lingkungan, transportasi, fasilitas kesehatan dan pendidikan, keamanan, infrastruktur perkotaan dan lainnya dengan cara kuesioner yang mirip teknik pengukurannya seperti Likert rating. Maka bila memang digunakan rasch model terhadap data mentah dari kuesioner tadi akan dihasilkan pola pengukuran yang lebih komprehensif dalam berbagai aspek yang dinilai tidak sekedar angka ringkasan saja.

3. Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Jakarta; Senin-Selasa 23-24 Februari

Sebelumnya Pak Harry B. Santoso, dosen Fasilkom UI, pada tahun 2014 merencanakan pelatihannya, namun karena satu dan lain hal akhirnya bisa terlaksana pada akhir Februari 2014. Pelatihan diadakan selama dua hari dan pihak Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Depok sebagai penyelenggara. Terdapat sekitar 30 peserta yang hadir dengan  latar belakang yang beragam: mahasiswa s3 ilmu pendidikan, dosen psikologi, praktisi psikologi, dosen statistik, dosen ilmu komputer, dan dosen ilmu kesehatan. Domisili peserta pun cukup beragam, mayoritas memang dari seputaran Jakarta, dari berbagai universitas negeri dan swasta, namun ada juga yang dari Bandung dan malah ada peserta dari Makassar, Sulawesi Selatan. Yang menarik, ini menjadi copy-darat pada beberapa orang yang sebelumnya hanya kontak melalui email dan facebook. Bertemu langsung tentu menjadi bonus yang tidak terkira dengan diskusi tatap muka.

Tentu jadi pertanyaan, kenapa ilmu komputer mau cape-cape mengadakan pelatihan ini. Biasanya produk dari ilmu komputer adalah menghasilkan sofware yang bisa digunakan untuk tugas tertentu, katakanlah software pembelajaran. Namun menghasilkan produk saja bukanlah ujung dari proses penelitian, yang perlu diketahui juga adalah bagaimana tanggapan pengguna terhadap produk tersebut. Maka untuk hal itu digunakan instrumen riset untuk penilaian kualitas produk, apakah navigasinya mudah, interaksinya menarik, secara konten mudah dipahami dll, dari berbagai pertanyaan ini maka yang didapatkan tidak lain adalah ordinal data juga. Sehingga pengolahan datanya dengan rasch model adalah cara yang tepat untuk melakukan penilaian tentang kualitas produk yang dihasilkan (software tadi).

Dengan beragam latar belakang peserta dan kepakarannya, pelatihan dua hari di Fasilkom UI ini memang menyedot energi yang lumayan. Banyak peserta sudah hapal kelamahan CTT, namun belum begitu yakin bahwa rasch model adalah jawaban yang dicari. Ada peserta lain juga mempertanyakan definisi skala dalam termometer, yang tentu perlu memberikan jawaban apa yang terjadi sesungguhnya dengan air raksa dalam tabung termometer, dimana saat yang sama didebat lagi bagaimana dengan termometer digital? Peserta lain ngak sabar untuk mengetahui bagaimana deteksi adanya distractor dalam  satu test kognitif, yang memang perlu penjelasan khusus karena melibatkan coding. Yang unik ada juga peserta lain yang bisa memberikan alternatif jawaban lebih mengena dibanding saya yang memberikan materi pelatihan. Ada satu peserta lain juga datang ke depan dan memberikan nasehat bahwa lebih baik cara saya menjelaskan tidak terlalu cepat, menurutnya dia bisa paham apa yang dijelaska karena sudah tamat membaca buku rasch model, sedangkan yang lain mungkin baru tahu saat itu.

Fasilkom UI3  Fasilkom UI4 Fasilkom UI2Fasilkom UI1

website kegiatan: http://chiuxindo.uxindo.com/2015/03/workshop-rasch-model-2015/

tautan dari website Pusilkom UI: http://pusilkom.ui.ac.id/?p=746

4.  Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran, Bandung; Rabu, 25 Februari 2015

Ini lah kali kedua melakukan pelatihan di ilmu-ilmu kesehatan. Sebelumnya pernah memberikan kuliah umum selama 2 jam untuk dosen dan mahasisa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jember; kali ini memberikan pelatihan sehari penuh bagi dosen dan mahasiswa s2 Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Padjadjaran, Bandung yang berjumlah seratus orang lebih.  Berhubung audiens yang berlatar belakang ilmu kesehatan menjelaskan tentang skala dan penggunaan alat yang menggunakan skala lebih mudah dipahami; sehingga saat menjelaskan perbedaan data untuk pengukuran itu dengan pengukuran opini atau pendapat pun mudah diterima.

Yang menarik beberapa dosen dan mahasiswa ternyata sudah tahu kelemahan dalam pengolahan data ordinal, namun tidak tahu model matematika yang seperti apa yang cocok untuk digunakan. Terlebih betapa kuatnya pengaruh satu software pengolahan data sehingga alternatif lain seolah tidak tersedia. Diskusi yang muncul pun menjadi lebih menarik karena langsung mengetahui potensi yang bisa dihasilkan seperti data yang bagaimana yang diperlukan untuk analisis inferensial, sampai tahapan mana transformasi data dimulai dan berakhir dan lainnya. Ilmu-ilmu kesehatan banyak  menggunakan berbagai instrumen yang datanya jenis ordinal; meliputi hampir berbagai aspek perawatan, pencegahan seperti deteksi rasa sakit tertentu, prosedur penggunaan obat dan lainnya. Artinya rasch model bisa banyak diaplikasikan dalam riset ilmu-ilmu kesehatan juga.

Fak Keperawatan Unpad2 Fak Keperawatan Unpad1 Fak Keperawatan Unpad3 Fak Keperawatan Unpad4


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: