Rasch Model: Riset Kuantitatif

Home » Penelitian » Teknik Pengukuran-2

Teknik Pengukuran-2

Alternatif lain dari teknik pengukuran yang bisa digunakan untuk mengubah respon opini menjadi angka adalah dengan menggunakan metoda yang disebut semantic differential.  Teknik pengukuran yang dimaksud adalah memberikan pernyataan (biasanya dalam bentuk kata sifat) secara berseberangan yang menanyakan persepsi responden untuk memilih kecenderungan diantara dua pilihan yang ada.

Pernyataan yang diberikan untuk mendapatkan opini dari responden bisa berbentuk konsep, kejadian ataupun objek.  Contoh  yang paling mudah misalnya, responden diminta untuk menilai kemampuan presentasi seseorang, dan diberikan pilihan seperti di bawah ini:

Membingungkan  <————————————————————————-> Komunikatif

maka responden bisa memberikan pilihan pandangan dia berdasar peringkat yang diberikan, biasanya rentang maksimal adalah antara 1 sampai 7 (dimana angka ‘1’ menunjukkan presentasi yang membingungkan dan ‘7’ adalah presentasi yang komunikatif).

Teknik pengukuran semantic differential ini selalu diberikan dalam bentuk bipolar yang menunjukkan antitesa satu dengan yang lainnya (misalnya Baik-Jahat, Bagus-Jelek atau Berharga-Tidak Ada Artinya dll.). Apa yang ditanyakan kepada responden bisa berbentuk pendapat (opinions), sikap (attitudes) atau nilai (values).  Responden cukup untuk memberikan tanda dari peringkat yang ada yang dengan mudah diubah menjadi respon angka untuk pengolahan lebih lanjut.

Dari berbagai kuesioner semantic differential, maka jenis pernyataan/pertanyaan yang paling banyak digunakan adalah dalam tiga kategori yaitu evaluasi (yang mengukur baik-jelek), potensi (yang menanyakan kuat-lemah) dan aktivitas (yang melihat keadaan aktif-pasif).

Praktisnya penggunaan teknik pengukuran ini membuatnya banyak digunakan untuk riset psikologi, pendidikan maupun pemasaran. Contoh dari kuesioner yang menggunakan semantif differential, saya ambilkan dari karya tulis bu Ifa H. Misbach, dosen psikologi UPI, Bandung seperti di bawah ini:

contoh_semantic differential

responden yang merupakan siswa SMA (yang asli sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia), cukup menilai dari setiap aitem dengan memberikan contreng dari rentang yang diberikan (angka 1 sampai 7). Desain kuesioner yang ringkas dan langsung (to the point), menyebabkan penggunaan teknik pengukuran ini disukai oleh peneliti dalam mendapatkan data dari responden.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: