Rasch Model: Riset Kuantitatif

Home » Penelitian » Teknik Pengukuran

Teknik Pengukuran

Dalam riset kuantitatif teknik pengukuran adalah hal krusial lainnya, karena ini menentukan bagaimana respon yang didapat menjadi angka. Teknik pengukuran bukanlah hal yang asing bagi rata-rata kita, mengikuti ujian akhir semester di sekolah misalnya, hasil yang didapat (angka) menunjukkan prestasi kita, adalah jumlah jawaban benar yang dikerjakan saat menjawab soal-soal yang diberikan. Demikian juga dalam fisika, untuk pengukuran panjang dan suhu misalnya, angka dan satuan yang didapat dari pengukuran dengan skala yang sudah dikalibrasi. Namun dalam ilmu-ilmu sosial, kondisinya sedikit berbeda, ‘skala’ untuk mengukur sikap (measuring attitude) banyak diperdebatkan dan salah satu kritiknya menyatakan bahwa ini bukanlah skala karena tidak dimulai dari angka nol. Kenyataannya teknik pengukuran sikap adalah porsi terbesar dalam penelitian kuantitatif dalam ilmu sosial untuk mendapatkan data yang diinginkan. Bagian ini membahas tiga buah teknik pengukuran yang paling populer digunakan yaitu: peringkat (rating) Thurstone, Guttman dan Likert.1. Thurstone rating

Thurstone adalah seorang psikologis yang pada tahun 1928 mengembangkan teknik pengukuran yang disebut ‘equal appearing interval scale’, suatu cara pengukuran sikap. Cara singkatnya adalah butir sikap yang berbeda akan berada dalam satu kontinum sikap, yang kemudian dilakukan metoda pembobotan untuk setiap butir oleh satu kelompok, dan menggunakan pembobotan tersebut untuk mengukur orang berdasar respon sikap yang dia diberikan.  Contohnya sikap tentang rokok, dibuatlah beberapa pernyataan yang berhubungan  dengan hal itu, baik positif ataupun negatif.  Kemudian dikumpulkan sekelompok orang yang menjadi hakim akan masing-masing pernyataan.  Para penilai itu harus memberikan respon terhadap setiap pernyataan dalam rentang tidak setuju (unfavorable) dengan nilai 1, netral (nilai 6) sampai ke sikap setuju (favorable, nilai = 11), seperti contoh di bawah:

merokok merupakan ekspresi gaya hidup seseorang:                 

Hasil penilaian dari para ‘hakim’ tersebut dikumpulkan dan dihitung rata-rata nilai untuk setiap butir-nya. Nilai untuk setiap butir bisa menunjukkan ke sikap tidak setuju (misalnya 2,3), berada di titik netral (6), ataupun tidak setuju (9,6).

Langkah berikutnya adalah mengukur sikap partisipan dengan meminta mereka untuk mengisi jawaban dengan cara mencontreng (Ya) atau kosong (tidak), akan daftar pernyataan yang diberikan. Setiap jawaban contreng yang diberikan partisipan pada tiap-tiap butir diberikan bobot nilai yang didapat dari referensi para hakim tadi; kemudian dijumlahkan dan dapat diketahui apakah responden sikapnya cenderung setuju atau tidak akan isu tersebut.

2. Guttman rating

Metoda yang digagas oleh Guttman juga mengukur sikap berbeda-beda dalam berbagai butir yang diberikan, namun menggunakan hal ini dengan cara yang berbeda. Dia mengusulkan cara pemeringkatan sikap dari pernyataan sikap yang terendah ke yang paling tinggi, dengan cara ini akan mudah diketahui sikap dari partisipan akan satu isu tertentu dalam satu kontinum hanya berdasar satu respon saja yang diberikan.

contohnya:

Berikan jawaban tentang peran teknologi informasi (TI) dengan memberikan satu contreng pada bagian kanan pernyataan yang anda setujui

Setuju

1. TI tidak diperlukan dalam administrasi kantor
2. Penggunaan TI memerlukan pakar dalam pengoperasikannya di kantor.
3. TI dapat digunakan di kantor oleh orang yang telah diberikan pelatihan
4. Saya suka bila ada seseorang yang menggunakan TI untuk saya di kantor
5. Saya akan menggunakan TI bila diberikan pelatihan
6. Saya mau belajar sendiri mengunakan TI untuk kerja di kantor.

Daftar pernyataan di atas diurutkan dari sikap yang sangat tidak setuju (1) menuju sikap yang sangat setuju (6) di bagian bawah. Seorang responden cukup mencontreng satu saja dari deretan pernyataan di atas  dan kita akan mudah mengetahui sikap dia secara keseluruhan, misalnya dia mencontreng pilihan kedua (‘TI tidak diperlukan dalam administrasi kantor’) , maka kita bisa simpulkan bahwa pernyataan dibawahnya (3, 4, 5 dan 6) pun dia tidak setujui.

3. Likert Rating

Rensis Likert menawarkan model peringkat yang lebih sederhana dibandingkan dengan Thurstone dan Guttman, yang menyebabkan ini sangat populer digunakan di berbagai cabang ilmu sosial. Responden cukup memberikan jawaban pada setiap butir pernyataan berdasar peringkat sikap yang diberikan. Respon yang diberikan pun bisa langsung didapatkan dalam bentuk angka, sehingga memudahkan untuk analisis di tahap berikutnya. Contoh seperti gambar di bawah:

–oo–

Berbagai studi yang dilakukan menunjukkan ketiga metode ini mengindikasikan hasil yang nyaris sama. Karena mudahnya prosedur teknik pengukuran dengan Likert rating ini, maka ini menjadi pilihan utama dibanding dengan model Thurstone yang harus melakukan proses penilaian maupun model Guttman yang susah untuk dibuat. Namun tentu saja hal ini berdampak lanjutan, dalam  model Thurstone dan Guttman pernyataan berbeda membawa perbedaan sikap yang diukur, yang berimplikasi adanya nilai dari setiap butir. Sedangkan dalam model Likert, nilai pada butir menjadi tidak ada, terlebih lagi jenis data yang dihasilkan adalah skala ordinal, dimana proses analisis yang bisa dilakukannya pun sangat terbatas (yaitu: median dan modus, percentile rank, dan korelasi Spearman).  Apalagi bila dimasukkan syarat sebagai riset yang bagus bahwa butir-butir  pernyataan yang dijawab oleh responden harus dikalibrasi; maka hanya dengan pemodelan pengukuran Rasch (Rasch measurement model) lah yang dapat melakukannya.


1 Comment

  1. […] lain dari teknik pengukuran yang bisa digunakan untuk mengubah respon opini menjadi angka adalah dengan menggunakan metoda yang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: