Rasch Model: Riset Kuantitatif

Buku Rasch Model

buku rasch

Buku rasch model masing-masing harganya Rp 70.000  (+ongkos kirim) untuk mendapatkannya silahkan kontak via email ke:  buku.rasch@gmail.com 

1.“Aplikasi Rasch Model untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial” (edisi revisi)

Penggunaan kuesioner survei dalam penelitian kuantitatif yang dilakukan oleh mahasiswa, akademisi dan peneliti dalam ilmu-ilmu sosial (psikologi, pendidikan, sosiologi, komunikasi dll) adalah sesuatu yang sudah lazim dilakukan. Di Indonesia, pengujian instrumen riset tersebut saat ini masih terbatas pada teori pengukuran klasik.

Pada saat yang sama saat ini tersedia pemodelan Rasch (Rasch Model) yang dapat menghasilkan instrumen pengukuran yang lebih baik dan akurat. Sejauh ini, hanya Rasch Model yang merupakan alat analisis yang dapat menguji validitas (kesahan) dan reliabilitas instrumen riset, bahkan menguji kesesuaian person dan item secara simultan. Sesuatu yang belum tersaingi oleh teknik analisis lain.

Rasch Model juga memiliki beberapa kelebihan karena memenuhi lima prinsip model pengukuran yaitu: pertama mampu memberikan skala liner dengan interval yang sama; kedua, dapat melakukan prediksi terhadap data yang hilang; ketiga, bisa memberikan estimasi yang lebih tepat; keempat, mampu mendeteksi ketidaktepatan model: dan kelima, menghasilkan pengukuran yang replicable.

Berbagai kelebihan inilah yang seharusnya dimanfaatkan oleh mahasiswa, peneliti dan akademisi ilmu-ilmu sosial dalam penelitian mereka, untuk mendukung hasil temuan riset yang lebih berkualitas. Pengujian instrumen dan pengesahannya adalah hal yang tidak terelakkan dan unsur esensial sebelum melangkah ke statistik inferensial yang mencoba mendapat jawaban dari pertanyaan riset yang diajukan

Fisik buku: 148 halaman, Ukuran B5, kertas HVS  

 

2. “Aplikasi Pemodelan Rasch pada Assessment Pendidikan”

Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang bisa banyak membantunya adalah melakukan penilaian dan evaluasi pendidikan yang sifatnya komprehensif. Untuk itu pemodelan rasch sangat efektif digunakan. Hal ini karena pemodelan racsh mengubah data skor mentah menjadi data dengan interval yang sama sehingga menghasilkan skala pengukuran yang linier, presisi dan mempunyai satuan. Pemodelan rasch dapat digunakan untuk analisis kualitas soal, mengetahui tingkat abilitas siswa dan tingkat kesulitan soal, sampai kepada deteksi miskonsepsi, adanya bias dalam soal, ataupun kemungkinan mengetahui adanya siswa-siswa yang mencontek.  Hal ini menunjukkan bahwa rasch model bisa membantu guru (ataupun dosen) untuk mengetahui kualitas pembelajaran yang dia lakukan, dimana perbaikan perlu dilakukan dan seperti apa karakteristik soal dan siswa/mahasiswa yang diajarnya. Sehingga upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat difasilitasi dengan lebih mudah, ilmiah dan tepat.

Fisik buku: 127 halaman, Ukuran B5, kertas HVS  

Pelatihan rasch model di berbagai tempat: 2016

Artikel ini berisi daftar berbagai aktivitas pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan rasch model di berbagai tempat yang dilaksanakan pada tahun 2016.

1. Fakulti Pendidikan, Universiti Kebangsaan Malayasia (UKM), Bangi; Kamis, 14 januari 2016

Mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3) dari fakulti pendidikan UKM mengadakan pelatihan rasch model untuk analisis data risetnya bertempat di kampus UKM di Bangi, Selangor.

(more…)

Buku aplikasi rasch model pada assessment pendidikan

Dengan Terbitnya buku “Aplikasi Model Rasch untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial” pada September 2013 lalu, banyak aktivitas yang menyertainya. Permintaan untuk mengadakan pelatihan/workshop pemodelan Rasch berturut-turut datang dari berbagai universitas negeri dan swasta yang sebagian besar di Pulau Jawa mulai awal Januari 2014. Sambutan yang menggembirakan tentunya, berbagai kegiatan ini tercatat di blog ini juga. Salah satu perkembangannya adalah kemunculan edisi revisi buku tersebut pada November 2014 untuk mengakomodasi permintaan berbagai peserta pelatihan khususnya analisis yang lebih lengkap untuk data politomi.

(more…)

Pelatihan Rasch Model tahun 2015 di berbagai tempat-2

Berhubung kegiatan pelatihan rasch model telah banyak dilakukan, perlu diiformasikan catatan kegiatan yang telah dilakukan sebagai dokumentasi yang dimunculkan di blog ini.  Berbagai kegiatan yang dilakukan ini merupakan kelanjutan dari workshop di tahun 2015

1. Sekolah Guru Indonesia, Dompet Dhuafa; Rabu-Kamis, 22-23 April 2015

Atas inisiatif Pak Asep Syafaat, maka terselenggara pelatihan yang ditujukan bagi fasilitator Sekolah Guru Indonesia yang bertempat di jalan raya Parung, Bogor. Terdapat juga dosen dan praktisi personalia yang turut menjadi peserta.

 

(more…)

Ruang keluaran (outcome space)

Dengan penjelasan peta konstrak dan disain aitem, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana mengatur pola respon yang nantinya bisa menggambarkan ruang lingkup sebaran abilitas/sikap peserta ujian/kuesioner yang diberikan dan tingkat kesulitan/tingkat persetujuan pada aitem dalam peta konstrak, serta mempunyai aitem-aitem yang bisa memberitahu tentang kualitas apa yang kita ukur. Langkah selanjutnya adalah bagaimana mengkategorikan jawaban yang diberikan peserta ujian.

(more…)

Disain Aitem (the items design)

Setelah kita mempunyai peta konstrak yang dapat menjelaskan tentang gambaran secara visual tentang kontinum suatu konstrak yang diukur, maka tahapan selanjutnya adalah merancang aitem (items design). Bagaimana merangsang tanggapan dari sesuatu yang sifatnya tidak terlihat secara langsung (intangible)  menjadi suatu hasil pengamatan yang mengukur sesuatu yang hendak diukur, adalah tantangan peneliti untuk melakukannya.  Pengertian ‘hasil pengamatan’ bukan lah sesuatu yang harus bisa diamati/observasi secara langsung dan dicatat, namun suatu bentuk interaksi pengamatan yang dihasilkan dari aitem. Dengan kata lain terdapat suatu prosedur atau disain yang harus dilakukan yang bisa menghasilkan pengamatan dari suatu kondisi standar yang menunjukkan keberadaannya dalam kontinum yang diinginkan pada peta konstrak.

(more…)

Peta Konstrak (construct maps)

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya dalam artikel tentang konsepsi pengukuran, ada empat bagian yang menjelaskan hal itu yang meminjan konsep dari Mark Wilson. Yang akan dijelaskan di bagian ini adalah tentang peta konstrak (construct maps). Dalam konteks pengukuran, setelah kita mendefinisikan variabel (peubah) yang ingin kita ukur, maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi konstrak-konstrak yang merupakan bagian dari variabel tersebut. Misalnya kecerdasan adalah sesuatu yang abstrak dan intangible, untuk bisa mengukur variabel ini maka perlu dikembangkan berbagai konstrak yang bisa mengukur kecerdasan ini. Konstrak yang termasuk dalam kecerdasan misalnya adalah memori, pemecahan masalah, berhitung, berpikir abstrak dan lainnya. Tentu untuk bisa dikatakan mengukur, konstrak dimaksud perlu dibuat dan dikembangkan aitem-aitem yang bisa mengukur setiap konstrak tersebut. Aspek praktisnya adalah adanya instrumen seperti test IQ, dimana hasil yang didapat bisa menjelaskan tentang kualitas kecerdasan dari yang mengerjakannya.

(more…)

Top Clicks

  • None
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.